Membangun Keunikan Usaha – 10 Cara Ciptakan Bisnis yang Unik (2)

Membangun keunikan usaha, lanjutan dari artikel sebelumnya tentang membangun usaha sejenis namun berbeda alias memiliki keunikan dari pesaing-pesaingmu.

Menjalankan usaha adalah seni tersendiri, makanya pelaku usaha sebenarnya bisa dimasukan dalam kategori seniman. Karena merupakan benda seni, maka tidak bisa dibuat sama satu dengan lainnya. Kan nggak ada lagu atau lukisan yang sama persis antara satu dengan lainnya.

Membangun keunikan usaha 2
Keunikan itu penting dalam dunia usaha

Membangun keunikan usaha, nggak cuman yang penting beda

Unik disini bukan berarti asal asalan ya. Keunikan yang dimaksud adalah sesuatu yang dibuat berbeda dikarenakan memiliki sesuatu yang melatar belakanginya. Langsung aja, 5 cara tambahan buat kita biar bisa membuat usaha yang unik.

Ciptakan budaya dalam usahamu, yang itu akan diingat orang

Kamu tau kan tagline, atau slogan. Atau ‘jingle’ lagu pengantar sesuatu. Misalkan irama ‘indomieee, seleerakuu..’ yang iramanya pernah dipakai buat kampanye salah satu presiden indonesia dulu. Atau kata kata yang terus diulang ulang sama salah satu raksasa e-commerce dalam iklan di TV, shopee. Mereka dalam iklannya selalu menyertakan suara seperti alarm yang berbunyi “shopee” , “shopee”, dan “shopee” lagi.

Semua itu bikin kita inget tentang satu produk. Satu penyedia usaha. nah itu salah satu contoh kecil budaya dalam bisnis. Itu pula yang bikin usaha-bisnis tersebut unik dan berbeda dibanding pesaingnya. Usahamu sendiri gimana? udah ada yang bisa bikin orang orang inget kamu nggak?

Perjuangkanlah sesuatu, bukan cuma usahamu, tapi nilai kebaikan lainnya

Salah satu wujud keunikan adalah tentang moralitas. Tentang tingkat kebaikan seseorang. Iya, baik buruknya pelaku usaha. Tondy tenda bukan minta para pelaku usaha menjadi malaikat. Tapi jadilah pelaku usaha yang menjunjung suatu nilai selain keuntungan semata.

Semisal nilai ke-halal-an produk. Seberapa penting sih suatu produk itu halal atau meragukan? Buat pasaran indonesia yang mayoritas warganya penganut agama islam, memperjuangkan bahwa yang kita jual adalah halal merupakan suatu nilai tambah. Itu bahkan bisa jadi nilai utama bagi penganut agama islam yang taat. Kamu bisa cantumkan label halal MUI di identitas usahamu, asal memang benar benar tersertifikasi dan kamu jaga ke-halal-annya lho.

Atau tentang ‘go-green’. Itu juga suatu nilai yang bisa kita perjuangkan. Pemerintah Indonesia sendiri udah ngeluarin aturan penggunaan kantong plastik untuk usaha-usaha seperti toko berjejaring (indomart, alfamart, dkk). Kamu bisa kok menggunakan kemasan yang ramah lingkungan untuk produk-produkmu.

Ini unik, kita lihat saja, mayoritas pelaku usaha biasanya cuman lihat sisi untung rugi. makanya memperjuangkan sesuatu bisa jadi faktor unik buat usahamu.

Jadikan dirimu ‘sociopreneur’ alias wirausaha sosial

Seperti bahasan sebelumnya, namun tingkatannya lebih tinggi. Usahamu nggak cuman akan unik, tapi juga merubah keadaan, memperbaiki lingkungan.

Kamu bisa menggunakan tenaga kerja pada usahamu mereka yang berkebutuhan khusus. Lalu usahamu bisa membantu memberdayakan orang-orang disekitarmu. Usahamu, bahkan kamu, akan terus hidup karena kamu menghidupkan sekitarmu.

Sesekali berikan surprise untuk pelangganmu

Pernah nggak kamu kasih surprise atau kejutan buat orang orang yang memanfaatkan jasamu. Memberi sesuatu yang mereka tidak menyangka akan mendapatkannya pada awalnya. Kejutan kecil-kecilan aja. Semisal kamu tau pelangganmu sedang berulang tahun, kamu kasih dia pelayanan gratis.

Kejutan, adalah sesuatu yang pasti akan menciptakan keunikan. Surprise itu unik, namanya juga surprise.

Aneh, tapi mengundang senyuman

Unik kalau dipaksain akan jadi suatu keanehan. Buatlah sesuatu yang aneh dalam usahamu. Tentu yang menghibur dan membuat pelangganmu setidaknya akan tersenyum menghadapinya.

Sebagai penutup penulis sekalian kasih contohnya, seperti kisah gembala yang menjual kambing ini,

Alkisah suatu hari seorang gembala mendatangi Otong untuk menjual salah satu dari dua kambing yang dibawanya, kambing hitam dan kambing putih. Terjadilah percakapan antara mereka seperti ini,

  • Gembala = mas, mau beli kambing saya?
  • Otong yang memang sedang mencari kambing merasa tertarik, lalu bertanya = wah kambingnya bagus2 pak, boleh tanya tanya dulu nggak
  • Gembala = boleh mas silahkan aja
  • Otong = kambing kambing bapak kelihatan sehat sehat ya, memang bapak kasih makan apa?
  • Gembala = Yang mana dulu nih, yang hitam apa yang putih?
  • Otong = hmmm yang hitam dulu deh
  • Gembala = ooh kalau yang hitam, dia makannya rumput gajah
  • Otong = oo rumput gajah, nah kalau yang putih?
  • Gembala = kalau yang putih sama
  • Otong = Kambingnya beratnya berapa kilo pak?
  • Gembala = kambing yang mana dulu nih, yang hitam atau yang putih?
  • Otong = Yang hitam dulu deh..
  • Gembala = Kalau yang hitam beratnya 30 kg mas
  • Otong = nah kalau yang putih?
  • Gembala = kalau yang putih beratnya sama
  • Si otong mulai gondok, lalu dia bertanya lagi, Otong = kalau harga kambingnya emang berapaan pak?
  • Gembala = Harganya yang mana nih?
  • Otong (mulai kesel) = emang yang hitam berapaan?
  • Gembala = Kalau yang hitam 2 juta mas.
  • Otong = lha kalau yang putih?
  • Gembala = yang putih harganya sama mas
  • Otong = BAPAK KENAPA SIH HARUS MBEDAIN DUA KAMBING INI KALAU SEMUANYA SAMA!
  • Gembala = oh gini mas, soalnya kalau yang hitam itu kambing punya saya.
  • Otong = ooo, maaf pak kalau saya emosi, terus kalau yang putih?
  • Gembala = yang putih juga sama

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *