Cara Mengelola Karyawan Agar Usaha Anda Berkembang

Cara mengelola karyawan agar usaha yang anda jalani berkembang lebih cepat. Usaha yang dikelola oleh satu atau dua orang saja adalah hal umum. Si pemilik (bisa anda, atau saya) saja, atau si pemilik usaha ditambah seorang lagi untuk membantu. Orang yang membantu ini, biasanya berasal dari dalam keluarga sendiri, bisa pasangannya, bisa anaknya, dan orang lain yang masih terhitung kerabatnya.

Mau usaha kecil, hingga usaha menengah yang modalnya mencapai ratusan juta, tetep lumrah hanya menggunakan satu atau dua pekerja untuk menjalankan usahanya. Si pemilik dan yang membantu.

Penulis juga begitu dulunya. Dalam menjalankan usaha persewaan tenda ini, penulis mengerjakan semuanya sendiri. Mulai dari memasarkan usaha ini, melayani jasa pemasangan tenda, melayani keluhan pelanggan, membeli perlengkapan baru untuk disewakan, membersihkan dan merawat perlengkapan usaha yang ada, dan berbagai pekerjaan lainnya.

Lalu karena satu dan lain hal, maka penulis memutuskan untuk memanfaatkan jasa orang lain untuk membantu usaha persewaan tenda ini. Alasannya apa, nanti pada tulisan di waktu berikutnya akan penulis bagikan.

Pada tulisan kali ini, penulis akan berbagi, dan juga meminta masukan tentang cara mengelola karyawan. Mengelola mereka yang membantu agar usaha anda berkembang. Tentu penulis juga masih banyak kekurangan, makanya siapa tau dengan sharing ini, penulis mendapatkan kritik, masukan dan saran dari anda netizen semuanya.

Cara mengelola karyawan yang paling awal

Yang paling awal dalam pengelolaan karyawan menurut penulis ada menentukan tujuan kenapa harus punya karyawan terlebih dahulu. Ingat karyawan anda juga manusia, mereka bukan malaikat yang serba bisa. Bukan juga robot yang bisa anda perintah seenaknya.

Iya, memang anda membayar untuk jasa mereka, tapi tetap anda tidak bisa seenaknya terhadap mereka. Seenaknya bagaimana? Mentang mentang mereka anda bayar lalu mereka anda suruh mengerjakan semua pekerjaan anda.

Makanya yang paling awal, tentukan dulu, kenapa anda perlu karyawan. Lalu tentukan juga, karyawan anda mau anda suruh ngapain.

Misalkan usahanya persewaan tenda kaya punya saya. Saya butuhnya karyawan untuk melayani pemasangan tenda. Jadi orang tersebut harus bisa membawa dan memasang tenda yang tidak ringan itu. Tenda itu berat, literally..

Beberapa tenda lipat bahkan perlu orang yang badannya untuk memasangnya. Apa ya mungkin, saya lalu cari karyawan yang dia adalah perempuan. Nggak mungkin juga kan saya nyuruh orang yang lemah fisiknya untuk mengerjakan tugas tugas ini.

Jadi, ketahui dulu kenapa anda perlu bantuan karyawan.

Yang kedua,

Untuk mempermudah mengelola karyawan, kita masih membahas tentang memilih karyawan itu tadi. Carilah mereka yang,

  1. Jujur
  2. Butuh kerja, butuh lho ini, bukan ‘mau kerja’
  3. Mau belajar, kalau ini baru ‘mau’, bukan ‘butuh belajar’

Hal hal lain dari tiga ini, bisa disesuaikan dengan kondisi anda. Sesuai dengan kebutuhan usaha anda akan karyawan.

Alasannya

Alasan tentang tiga hal tersebut, Anda membutuhkan orang yang jujur setidaknya mereka tidak akan ngambil duit anda dibelakang anda. Kalaupun mereka ngambil duit anda, mereka setidaknya akan bilang ke anda. Tinggal pintar pintarnya anda menghadapi kejadian saat mereka bilang butuh uang dari anda. Kejujuran itu penting. Banyak yang bilang juga kan, ‘di negara ini orang pintar itu banyak, tapi cari yang jujur itu susah’.

Buat yang kedua, butuh kerja, orang orang yang butuh kerja, pasti butuh uang. Mereka yang butuh kerja, pasti mau kerja. Berbeda dengan orang orang yang hanya mau kerja saja. Ada kecenderungan mereka yang mau kerja, kebanyakan adalah orang yang ‘picky‘ alias pemilih. Mereka ini akan memilih mau mengerjakan yang mana, yang enak saja atau yang mana.

Untuk melihat apakah seseorang butuh kerja atau tidak, bisa anda tanyakan ke calon karyawan anda itu, kenapa dia butuh kerja? Lalu tanyakan lagi, seandainya si calon karyawan, atau mungkin sudah jadi karyawan itu tidak bekerja di tempat anda, apa yang akan mereka lakukan?

Kalau dia menjawab pertanyaan yang dia tidak kerja di tempat anda dengan jawaban bahwa dia akan mencari kerja di tempat lain, maka bisa dipastikan bahwa ia membutuhkan pekerjaan.

Untuk keadaan mau belajar, menunjukan bahwa ia fleksibel. Cara dilihat dengan menanyakan, jika ia menemukan kesulitan pada pekerjaan apa yang akan ia lakukan. Dan pertanyaan pertanyaan sejenis. Kenapa jangan cari orang yang ‘butuh belajar’? Orang yang serba ingin tau, butuh mempelajari suatu hal, perlu ditelisik motivasinya. Jangan jangan dia belajar sambil kerja di tempat kita untuk buka usaha sejenis nantinya. Kita kan sedang cari karyawan buat mbantu usaha kita, bukan cari orang yang punya niat untuk membuka usaha sejenis lalu menyaingi kita.

Delegasikan tugas dalam mengelola karyawan

Ada pepatah bunyinya seperti ini. Sekelompok kambing yang dipimpin seekor singa akan lebih ganas daripada sekelompok singa yang dipimpin seekor kambing. Maknanya, semua kembali kepada anda sebagai pemimpin dari usaha anda.

Jika anda tidak bisa memimpin orang orang yang mengikuti anda dengan baik, ya kehancuran usaha anda menanti didepan.

Pimpin mereka dengan keteladanan. Buat pendelegasian tugas yang jelas kepada mereka. Semisal para karyawan ini adalah penjaga stand jualan anda. Maka beritahukan tugas mereka apa saja saat menjaga stand. Beritahukan kewajiban mereka apa, larangan buat mereka apa.

Misalkan harus senyum saat melayani pelanggan, maka anda juga harus bisa senyum saat melayani pelanggan. Atau dilarang bermain hape saat melayani pelanggan, itu contoh larangan. Misalkan harus membuat catatan jika terjadi pengeluaran. Harus datang jam berapa, boleh pulang jam berapa, boleh pulang jika sudah menyelesaikan apa.

Buat pendelegasian ini secara tertulis jika diperlukan agar mereka dan anda senantiasa ingat. Pendelegasian ini akan mudah dilakukan jika anda sebelumnya sudah menjalani semua proses yang berkaitan dengan jalannya usaha anda.

Pendelegasian akan menjadi rumit jika, anda baru saja membuka usaha, langsung mencari karyawan untuk mengerjakan ini dan itu.

Setelah dilakukan pendelegasian, amatilah cara mereka mengerjakan tugas tugas tersebut. Setelah tugas selesai, lakukanlah evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan bersama sama dengan para karyawan jika diperlukan.

Yang terakhir,

Penuhi hak karyawan anda dengan baik. Pendelegasian tugas yang jelas dan mudah dimengerti adalah hak karyawan anda. Mendapatkan penjelasan dan pelajaran dalam mengerjakan tugas tugas yang ada adalah hak karyawan anda.

Memperoleh pembayaran lebih saat mereka, para karyawan itu mengerjakan sesuatu secara lebih baik. Memperoleh sanksi saat mereka melakukan kesalahan. Itu beberapa contoh hak karyawan.

Ingat, bayarlah jasa karyawan anda sebelum keringat mereka mengering.

Ya, itulah sedikit sharing tentang cara mengelola karyawan. Seperti itulah pengalaman penulis, bagaimana dengan anda?

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *