Cara Memasarkan Produk dan Usaha Yang Anda Punya

Cara memasarkan produk dan usaha yang anda miliki agar nantinya laku di pasaran. Kami, Tondy Tenda, adalah usaha persewaan tenda dan perlengkapan untuk jualan, kaki lima, booth, event, dan sejenisnya. Kami sangat dekat dengan pelaku usaha kecil dalam menjalankan bisnis mereka.

Kenapa bisa begitu? Karena pelaku UMKM ini adalah pelanggan dan pengguna jasa kami.

Hampir setiap hari kami berkomunikasi dengan para pelaku UMKM ini. Dan hampir setiap minggu kami bekerja untuk melayani kebutuhan pedagang kecil di Yogyakarta dan sekitarnya.

Salah satu yang ikut menjadi pemikiran kami, saat pelanggan kami bercerita, lebih tepatnya mengeluh, jualannya sepi, yang berimbas pada tidak lakunya dagangan mereka. Saat mereka menjajakannya.

Kami kadang bertanya kepada mereka, biasanya mereka jual produk dan jasanya dimana dan gimana caranya?

Kebanyakan dari mereka melakukan penjualan secara offline saja. Alias secara langsung. Datang, gelar lapak, gelar dagangan, lalu pulang.

Ada juga sih pelanggan kami yang menjual secara offline, dan juga online. Mereka yang termasuk kelompok ini setidaknya menawarkan dagangannya melalui story whatsapp, dan media sosial yang umum seperti facebook, instagram.

Beberapa pelanggan malah ada yang lebih advance lagi dengan menjual barang dan usaha mereka di marketplace seperti shopee, tokopedia, olx, bukalapak. Tentu juga membuka lapak secara nyata dan juga ada toko yang bisa dikunjungi.

Saat anda menjual, anda pasti memasarkan dagangan anda. Saat anda memasarkan dagangan anda, belum tentu anda melakukan penjualan.

Yang jelas, sependek pengalaman kami menjalankan usaha-dan menemani perjalanan pelaku usaha yang lain, semakin banyak pemasaran dilakukan, akan semakin banyak juga penjualan yang terjadi.

Memasarkan itu seperti beriklan. Bisa juga tidak beriklan tapi terjadi pemasaran. Promosi, adalah salah satu bentuk pemasaran. Banyak juga bentuk pemasaran yang lain.

Gimana caranya memasarkan produk?

Tidak jarang, terjadi kasus orang memasarkan secara masif, menghabiskan banyak modal dan uang, ternyata kalah penjualannya sama yang melakukan pemasaran secara lebih efektif. Yang hanya menggunakan modal lebih sedikit.

Tapi yang jelas kedua orang diatas akan mengalahkan mereka yang tidak melakukan pemasaran sama sekali.

Sebenarnya gimana cara untuk memasarkan produk dan usaha anda?

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan.

Lakukan riset pasar

Riset pasar dan riset pemasaran. Ada dua, tapi kita sederhanakan saja agar nggak pusing. Kita pelaku usaha, bukan akademisi. ya kan?

Sebenernya, riset pasar harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kita membuka usaha. Nah kadang kita nemu orang yang sudah buka usaha dan menjual terlebih dahulu sebelum melakukan riset pasar. Gitu pun nggak apa apa, dan nggak ada salahnya.

Mereka yang sudah jualan sebenernya sudah melakukan riset pasar, hanya saja mereka mungkin mereka nggak nyadarin hal itu. Mereka melakukan pengamatan terhadap banyak hal. Mengamati barang dagangannya sendiri, mengamati barang dagangan sejenis milik pesaing, mengamati orang orang yang membeli dagangan mereka dan sejenisnya. Itu termasuk bagian bagian riset.

Kegiatan pengamatan kecil-kecilan ini akan menjadi riset yang serius jika ternyata dibuat secara sistematis (ada tujuan-proses-hasil) dan didokumentasikan (ditulis).

Jadi paling awal dari cara melakukan pemasaran adalah melakukan riset pasar.

Ketahui kepada siapa anda akan melakukan pemasaran

Bahasa keren dari cara ini adalah melakukan profiling-memprofilkan target pasar anda. Anda boleh saja mencoba memasarkan apa yang anda punya kepada semua orang. Tapi siap siap saja menghabiskan banyak modal. Itu yang terjadi kenapa terkadang ada kasus mereka yang jor-joran beriklan ternyata kalah sama yang beriklan (memasarkan) secara tepat sasaran.

Kasus nyatanya kami ambil dari usaha persewaan tenda kami sendiri, kami fokus memasarkan kepada pelaku usaha kecil. Pemasaran ini kami lakukan berbeda dengan pesaing pesaing kami. Mereka memasarkan produk mereka kepada event organizer. Ada juga yang memasarkan produknya target pasar lainnya. Ya itu masing masing.

Saat kami memasarkan persewaan tenda di Sunmor UGM, maka kami akan pasang tarif sekian. Tarif berbeda kami berikan saat kami memasarkan persewaan tenda di Sunmor Stadion Sultan Agung Bantul. Kenapa kami lakukan perbedaan, salah satunya karena perbedaan sifat pelanggan di kedua tempat tersebut. Itulah profiling.

Identifikasikan keunikan usaha anda

Apa yang membuat usaha anda unik atau berbeda dari usaha sejenis yang ada? Misal dalam usaha kami ini, kami punya nama usaha yang unik. Keunikan ini sudah diakui oleh banyak orang, mereka bilang, ‘cantik ya namanya, tondy tenda, cuman ngerubah dua huruf vokal aja’.

Keunikan bisa berasal dari banyak hal. Cara menemukan keunikan ini bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Apa yang paling anda sukai dari produk atau usaha anda?
  • Kenapa pelanggan anda membeli dari anda bukannya dari pelanggan anda?
  • Apa yang paling anda tekankan saat anda menceritakan usaha anda kepada orang lain?

Dan masih banyak pertanyaan untuk menemukan keunikan usaha anda.

Nah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan inilah yang menunjukan keunikan usaha anda.

Memasarkan produk dengan cara mengembangkan brand usaha

Brand usaha yang paling sederhana adalah nama usaha anda. Nggak sedikit lho orang yang terjebak hanya pada melakukan penjualan tanpa memikirkan brand. Mereka ini buka lapak, tapi nggak nama usahanya.

Jual lotek dan gado gado di pinggir jalan, ya cuman jualan aja. Nggak ada namanya sama sekali. Padahal bikin nama usaha itu gampang, tinggal taruh saja beberapa kata sebelum atau sesudah yang anda jual. Misalkan Lotek gado-gado ‘Bu Bagyo’. Atau ‘Tondy’ Tenda. Sudah jadi brand deh.

Nah kedepannya brand ini tadi akan jadi modal anda dalam memasarkan produk anda.

Kan dibilangnya, tak kenal maka tak sayang.

Pilih cara memasarkan produk anda

Gimana cara anda memasarkan produk anda? Apakah anda akan melakukan pemasaran tersebut secara online? Atau offline?

Misalkan anda ingin memasarkan usaha anda dengan menunjukan lokasi toko anda, mana yang akan anda pilih? Secara offline dengan bikin plang (papan nama) di pinggir jalan, atau secara online, mencantumkan lokasi usaha anda di google map? Atau malah keduanya?

Keduanya sama bagusnya, jauh lebih bagus daripada tidak ada pemasaran lokasi usaha sama sekali.

Tentukan gol dan sumber daya yang ada saat melakukan pemasaran

Gol atau tujuan akhir harus anda pikirkan saat anda melakukan pemasaran. Tujuan akhir yang baik harus mencakup beberapa hal, tujuan itu harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu.

Selain itu anda juga perlu menentukan sumber daya yang anda miliki dalam melakukan pemasaran. Misalkan berapa modal yang siap anda keluarkan, siapa yang bisa membantu anda, waktu yang akan anda alokasikan untuk memasarkan, dan modal lainnya.

Monitoring dan evaluasi

Yang paling sering terjadi adalah tidak adanya monitoring dan evaluasi dari setiap tindakan yang sudah dilakukan, termasuk juga melakukan pemasaran. Akhirnya kita merasa bahwa pemasaran yang dilakukan adalah sia sia. Padahal kita kita mau memonitor atau mengamati, pasti ada hasil yang kita terima dari kegiatan memasarkan produk tersebut.

Penutup

Sudah siap untuk memasarkan usaha anda? Jika anda punya kisah tentang bagaimana anda melakukan pemasaran tulis saja ya dikolom komentar dibawah.

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *