Melihat Peluang Usaha – Syarat Untuk Membuat Bisnis Yang Baik

Melihat Peluang Usaha – Syarat membuat bisnis yang baik. Usaha atau bisnis yang baik nggak boleh ngerugiin pemiliknya, nggak berat menekuninya. Tentu juga harus laku.

Kalau kamu punya usaha, dan berada dalam kondisi seperti diatas maka, selamat, masa depan yang cerah tinggal menunggu waktu. Nah lalu gimana kalau kamu ternyata berada di kondisi sebaliknya?

Kamu punya usaha, kamu ngerasa berat ngejalaninya, barang atau jasa yang kamu hasilkan tidak begitu laku seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya mulai kerasa rugi dan terus merugi. Ya semua balik ke kamu. Mau kamu perbaiki, atau kamu tutup demi cut-loss (kaya saham aja, hehe) semua ada konsekuensinya.

Bisnis atau usaha yang tidak baik, (kalau nggak mau dibilang usaha yang jelek) biasanya terjadi karena kesalahan dalam awal kamu membuka usaha. Kenapa kamu buka usaha? kenapa kamu berbisnis?

Ikut-ikutan kah, pengen keliatan kerenkah? atau alasan tidak jelas lainnya? Semua akan berujung pada kepahitan.

Ya langsung aja, kalau kamu mau buka usaha, setidaknya kamu harus bisa lihat peluang. Kamu mengamati, dan akhirnya bisa berkata, ‘oh ini peluang bagus’.

Peluang berarti adanya keluangan atau celah akan suatu keadaan yang kamu bisa tambal dengan produk atau jasamu dan tentu saja kamu akan ambil keuntungan dari situ.

Gambarannya gini, kamu baca berita, disana diceritakan kalau harga cabai ditempatmu sangat murah dan bikin rugi petani. Lalu kamu denger kabar dari saudaramu di pulau seberang kalau cabai ditempatnya sangat mahal. Keadaan seperti inilah yang dimaksud celah atau peluang. Kamu bisa memanfaatkan peluang ini untuk membeli cabai ditempatmu, dan menjualnya kembali di pulau seberang. Dan akhirnya kamu dapat keuntungan dari situ.

Sayangnya bisnis jaman sekarang nggak sesederhana itu. Semakin modern kita, ternyata semakin njlimet juga untuk menjalani suatu usaha.

Melihat peluang usaha, tetap menjadi syarat buka usaha yang bisa kamu andalkan. Prinsip dasarnya untuk bisa melihat peluang usaha itu, yang mau penulis bagikan kali ini.

Prinsip melihat peluang usaha yang pertama

Yang pertama, setiap barang atau jasa harus dijodohkan dengan kebutuhan. Alias menyeimbangkan permintaan dan penawaran, atau sebaliknya. Menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Untuk bisa tau adanya permintaan dan penawaran ini juga gampang-gampang susah.

Kalau kamu belum punya usaha, kamu bisa mengamati, tanya-tanya, atau bahkan bikin survei tentang suatu kebutuhan disekitarmu yang mungkin bisa kamu sediakan barang atau jasa untuk memenuhinya.

Kalau kamu udah punya usaha, sama juga, kamu bisa tanya-tanya ke pelangganmu, apa yang menurut mereka bisa melengkapi usahamu. Contoh nyatanya pada penulis, udah punya usaha persewaan tenda lipat, ternyata banyak konsumen juga butuh kursi dan meja lipat, maka nggak ada salahnya penulis turut menyediakan (menyewakan) kebutuhan tersebut.

Prinsip kedua, semua bergantung pada lokasi

Posisi menentukan prestasi, itu semboyan penulis semasa sekolah dan kuliah dulu hehehe.. Semboyan itu ternyata juga masih relevan hingga kini, saat penulis berkecimpung di dunia usaha.

Misal kita mau buka usaha warung makan, dimana tempat yang tepat untuk membukanya? A. Ditengah hutan, atau B. Di wilayah padat penduduk.

Jawabannya cukup jelas. Tentu A. Itu kalau kamu mau buka warung makan khusus bangsa lelembut.

Di wilayah yang padat penduduk seperti perkotaan, kamu amati apa saja kebutuhan orang orang. Kebutuhan dasar manusia kan ada sandang, pangan, papan. Kamu bisa buka laundry, warung makan, atau kos-kosan. Nanti tinggal kamu kembangkan lagi usaha usaha tersebut, Jika buka laundry, mau seperti apa laundry-nya? Jika buka tempat makan, mau gimana konsepnya? Angkringankah, atau malah yang high class sekalian.

Ketiga, Sanggupi dirimu untuk menyanggupi permintaan pasar

Kamu harus siap capek. Ya resiko kehidupan adalah kita hidup untuk capek. Tinggal capeknya bermanfaat atau nggak. Capek disini juga bisa dimaknai sebagai bekerja lebih, memberi lebih, setidaknya lebih banyak dari yang kamu awalnya kamu kira.

Pelanggan bisa saja memberi order yang membuat kamu pusing untuk memenuhinya. Bisa juga mereka minta barang atau jasamu dengan harga terlalu murah. Terlalu banyak. Atau bahkan terlalu aneh. Kamu bisa memilih untuk menyanggupinya, atau menegosiasikannya, atau menolaknya. Yang jelas kalau kamu terlalu sering menggunakan opsi ketiga, lambat laun usaha atau bisnismu akan mati karena pesaing akan berusaha memanfaatkan ketidaksanggupanmu.

Kalau penulis, akan menganggap setiap permintaan pelanggan sebagai suatu pembelajaran dan peluang. Setidaknya kita mendapatkan pelajaran bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Peluang usaha tidak hanya dilihat, tapi juga dipenuhi

Ini prinsip terakhir tapi juga yang terpenting. Nggak ada gunanya kamu tau ada peluang usaha bagus tapi kamu nggak bisa menjalaninya.

Terjadi juga pada penulis. Sangat banyak pelanggan tondy tenda yang nanyain, kalau mau beli tenda lipat bisa atau nggak. Bukankah yang seperti ini adalah permintaan pasar yang bisa jadi peluang usaha? Tapi ya penulis belum sepenuhnya yakin untuk turun tangan menjadi pedagang tenda sekalian menyewakan tenda juga.

Biasanya kalau pelanggan yang mau beli tenda bukannya sewa tenda, penulis akan arahkan ke jalan parangtritis, ke jalan godean, atau ke jalan veteran Yogyakarta.

Penutup

Jadi, peluang usaha apa yang udah kamu lihat selama ini? apakah kamu bisa memenuhinya? apakah kamu mau memenuhinya jika harganya cocok? Jangan kelamaan mikir, nanti peluang tersebut keburu diambil teman-temanmu.

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *